Informatika Kelas X — BAB 3 TP 12

Indra Saputra, S.Pd | SMAN 2 Karang Intan

Slide 1 dari 8
Tahap 1: Arsitektur Von Neumann & Siklus Utama

Bagaimana CPU dan Memori Memproses Miliaran Instruksi per Detik?

Gambaran umum pemrosesan data dan siklus kerja komputer.
Gambaran umum pemrosesan data dan siklus kerja komputer.
Tujuan Pembelajaran
  • Menjelaskan tahapan input, processing, output, dan storage.
  • Menganalisis peran CPU, memori, register, serta perangkat input/output.
  • Menelusuri bagaimana instruksi diproses hingga menghasilkan informasi.
  • Mengevaluasi pengaruh cache, clock speed, dan pipelining terhadap kinerja.
Manfaat: peserta didik memahami alur kerja komputer, membedakan data dan informasi, serta menjelaskan faktor yang memengaruhi kinerja perangkat.

Pertanyaan pemantik: Ketika kita menekan tombol pada kalkulator digital, bagaimana angka berubah menjadi hasil di layar?

Setiap klik mouse, tombol keyboard, atau animasi game yang kita lihat di layar komputer sejatinya diuraikan menjadi jutaan perintah biner sederhana (0 dan 1). Proses pemrosesan internal ini bertumpu pada Arsitektur Von Neumann dan digerakkan oleh Siklus Mesin (Machine Cycle) yang berulang tanpa henti.

Alur Kronologis Siklus Eksekusi Utama:
1. Fetch (Mengambil): CPU mengambil kode instruksi dari RAM. → 2. Decode (Menerjemahkan): CPU menguraikan maksud kode perintah. → 3. Execute (Mengeksekusi): ALU/CPU menjalankan perhitungan/logika. → 4. Store (Menyimpan): CPU menuliskan hasil olahan kembali ke RAM/Register.
Karena CPU tidak dapat memproses instruksi tanpa mengetahui alamat memori berikutnya, maka siklus ini dikawal ketat oleh penanda waktu (Clock Pulse) dan register internal.
💡 Analogi sederhana: Bayangkan seorang Koki memasak resep makanan. Koki mengambil lembar resep dari rak buku (Fetch), membaca dan memahami bumbu yang dibutuhkan (Decode), memasak bahan di wajan (Execute), lalu menyajikan masakan ke piring saji (Store).
🇮🇩 Relevansi Masa Kini: Optimasi siklus instruksi CPU menjadi fokus utama pengembang perangkat lunak di Indonesia (seperti aplikasi perbankan digital & e-commerce) agar transaksi jutaan warga dapat diproses dalam hitungan milidetik tanpa mengalami *server crash*.
Tahap 2: Komponen Internal CPU

Elemen Kunci di Dalam CPU: Register & Bus Data

CPU bekerja bersama memori dan perangkat keluaran.
CPU bekerja bersama memori dan perangkat keluaran.

Untuk menjalankan siklus eksekusi dengan kecepatan tinggi, CPU dilengkapi dengan lokasi penyimpanan internal sementara berukuran sangat kecil bernama Register, yang terhubung melalui jalur Bus.

Peran Komponen Register Internal:
- Program Counter (PC): Menyimpan alamat memori RAM dari instruksi *berikutnya* yang akan diambil.
- Memory Address Register (MAR): Memegang alamat lokasi RAM yang sedang dibaca atau ditulis.
- Memory Data Register (MDR): Menampung data/instruksi mentah yang baru saja diambil dari RAM atau yang akan dikirim ke RAM.
- Instruction Register (IR): Menampung kode instruksi biner yang sedang di-decode oleh Unit Kontrol (CU).
- Accumulator (ACC): Menampung hasil perhitungan sementara yang dikeluarkan oleh ALU.
Jalur Bus Sistem (Address Bus, Data Bus, Control Bus) berfungsi sebagai saluran fisik tempat lalu lintas sinyal biner mengalir antar-register dan RAM.
💡 Analogi sederhana: Register seperti papan saku kecil di dada baju koki tempat menempelkan catatan nomor antrean pesanan yang sedang dikerjakan secara langsung.
Tahap 3: Tahap 1 - Fetching

Tahap 1: Pengambilan Instruksi (Fetch Phase)

Alamat instruksi diambil dari memori dan diteruskan ke register instruksi.
Alamat instruksi diambil dari memori dan diteruskan ke register instruksi.

Tahap awal dalam siklus mesin adalah membawa data instruksi dari memori utama (RAM) ke dalam sirkuit CPU.

Urutan Kronologis Tahap Fetch:
1. Alamat instruksi di Program Counter (PC) disalin ke Memory Address Register (MAR). → 2. Control Unit mengirim sinyal *Read* melalui Control Bus ke RAM. → 3. RAM membaca alamat tersebut dan mengirimkan biner instruksi via Data Bus menuju Memory Data Register (MDR). → 4. Instruksi di MDR dipindahkan ke Instruction Register (IR) untuk diproses. → 5. Nilai pada Program Counter (PC) bertambah secara otomatis (+1) untuk menunjuk ke alamat instruksi berikutnya.

Jika PC gagal menaikkan nilai nilainya (+1), CPU akan terjebak mengeksekusi instruksi yang sama berulang-ulang (Infinite Loop).

💡 Analogi sederhana: Petugas perpustakaan melihat nomor rak buku di catatan (PC/MAR), mengambil buku dari rak tersebut (MDR/IR), lalu menandai nomor rak berikutnya di catatan (+1).
Tahap 4: Tahap 2 - Decoding

Tahap 2: Penerjemahan Kode (Decode Phase)

Control Unit menafsirkan kode operasi dan operand.
Control Unit menafsirkan kode operasi dan operand.

Setelah instruksi berada di dalam Instruction Register (IR), sinyal biner tersebut harus diterjemahkan agar CPU memahami aksi apa yang diminta.

Alur Kerja Control Unit saat Decoding:
1. Control Unit (CU) memecah struktur biner instruksi menjadi dua bagian utama: Opcode (Operation Code - jenis perintah seperti ADD, SUB, LOAD) dan Operand (data atau alamat data yang dioperasikan). → 2. Pengkode sirkuit (*Instruction Decoder*) mengonversi Opcode menjadi serangkaian mikro-sinyal kendali elektrik. → 3. Jika perintah membutuhkan data tambahan dari RAM, CU memerintahkan pengambil data sekunder untuk membaca alamat Operand tersebut.
💡 Analogi sederhana: Koki membaca kalimat resep bertuliskan `"POTONG BAWANG"`. Koki memisahkan perintah aksi `"POTONG"` (Opcode) dan objek bahan `"BAWANG"` (Operand).
Tahap 5: Tahap 3 & 4 - Execute & Store

Tahap 3 & 4: Eksekusi (Execute) & Penyimpanan (Store)

ALU menjalankan operasi dan hasilnya diteruskan ke register atau memori.
ALU menjalankan operasi dan hasilnya diteruskan ke register atau memori.

Setelah sinyal kendali siap, perhitungan diwujudkan dan hasilnya disimpan kembali ke tempat penyimpanan.

Sebab-Akibat Eksekusi & Store:
1. Execute Phase: Jika instruksi melibatkan operasi matematika/logika, ALU (Arithmetic Logic Unit) melakukan perhitungan. Hasil perhitungan fisik tersebut ditampung sementara di register Accumulator (ACC).
2. Store Phase: Control Unit memerintahkan hasil akhir di Accumulator untuk ditulis kembali ke RAM melalui MDR dan MAR, atau disimpan tetap di register untuk instruksi berikutnya.
3. *Siklus Selesai:* CPU kembali ke Tahap 1 (Fetch) untuk membaca instruksi baru yang ditunjuk oleh Program Counter (PC).
💡 Analogi sederhana: Koki memotong dan mengaduk masakan di wajan (Execute), lalu menuangkan masakan jadi ke dalam piring saji untuk diantarkan (Store).
Tahap 6: Performa & Troubleshooting

Faktor Penentu Kecepatan CPU: Clock Speed & Cache Memory

Register, cache, RAM, dan penyimpanan memiliki fungsi serta karakteristik berbeda.
Register, cache, RAM, dan penyimpanan memiliki fungsi serta karakteristik berbeda.

Mengapa satu prosesor dapat menjalankan siklus instruksi jauh lebih cepat daripada prosesor lainnya?

Tahap 7: Sintesis Konsep

Matriks Sintesis Siklus Eksekusi CPU

Ilustrasi pipelining dan tahapan siklus instruksi.
Ilustrasi pipelining dan tahapan siklus instruksi.

Ringkasan komparatif peranan 4 tahapan dalam Siklus Mesin (*Machine Cycle*):

Tahapan Siklus Komponen Utama Terlibat Aksi Fisik Utama Dampak Jika Tahap Terganggu
1. Fetch PC, MAR, MDR, RAM, Address Bus Menyalin kode biner dari RAM ke IR; PC + 1 CPU tidak mendapatkan instruksi; komputer macet (*Freeze*)
2. Decode IR, Control Unit (CU), Decoder Memecah biner menjadi Opcode & Operand Instruksi tidak dikenali (*Invalid Opcode Error*)
3. Execute ALU, Accumulator (ACC) Menjalankan perhitungan matematika / logika Hasil kalkulasi salah atau aplikasi crash (*Arithmetic Overflow*)
4. Store ACC, MDR, MAR, RAM, Data Bus Menuliskan hasil olahan dari ACC ke RAM Data hasil olahan hilang dan tidak dapat diperbarui
Tahap Akhir: Petunjuk Evaluasi

Petunjuk Pengerjaan Kuis Evaluasi (HOTS)

Contoh sederhana alur data dari input hingga penyimpanan.
Contoh sederhana alur data dari input hingga penyimpanan.

Anda telah mempelajari alur siklus eksekusi instruksi (Fetch-Decode-Execute-Store), fungsi register (PC, MAR, MDR, IR, ACC), peran Opcode/Operand, hingga faktor Cache dan Clock Speed. Ujilah pemahaman analitis Anda melalui kuis interaktif ini.

Aturan & Langkah Pengerjaan:
1. Klik tombol "📝 Buka Kuis Realtime" di pojok kanan atas.
2. Isikan Nama Lengkap, Kelas, dan Asal Sekolah pada form yang tersedia.
3. Jawab 10 soal HOTS berbasis studi kasus mekanisme internal CPU.
4. Anda tetap dapat membaca slide materi ini sambil membuka panel kuis.
5. Setelah selesai, klik tombol "Kirim & Lihat Analisis Hasil" untuk menyimpan nilai ke server database dan melihat Papan Nilai.

Kuis Evaluasi TP 12 (Siklus CPU)

✕

Identitas Peserta Didik