📖 Perhimpunan Indonesia: Membawa Gagasan Kemerdekaan ke Dunia Internasional
Perhimpunan Indonesia berawal dari Indische Vereeniging yang dibentuk oleh pelajar dan mahasiswa Hindia Belanda di Belanda pada 1908. Pada mulanya, perkumpulan ini menjadi tempat berkumpul, saling membantu, dan membahas keadaan tanah air. Seiring meningkatnya kesadaran antikolonial pada 1920-an, orientasinya berubah menjadi organisasi politik yang lebih tegas. Nama Perhimpunan Indonesia menegaskan bahwa para anggotanya melihat diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia, bukan sekadar penduduk Hindia yang tinggal di luar negeri.
Tokoh seperti Mohammad Hatta dan aktivis lainnya mengembangkan gagasan persatuan nasional, kemandirian, solidaritas, dan perjuangan menuju Indonesia merdeka. Mereka menulis, berpidato, menjalin hubungan dengan kelompok antikolonial, serta berusaha memperkenalkan persoalan Indonesia kepada masyarakat internasional. Keuntungan bergerak di Belanda adalah mereka dapat menjangkau forum dan pers internasional, walaupun tetap menghadapi pengawasan dan risiko hukum.
📖 PKI: Perjuangan Berbasis Komunisme dan Konflik dengan Kolonialisme
PKI berkembang dari lingkungan sosial-demokratis dan gerakan kiri, termasuk ISDV yang berdiri pada 1914. Pada 1920, organisasi tersebut menjadi Partai Komunis Indonesia. Tokoh yang terkait pada fase awal antara lain Semaun dan Darsono. Gagasan komunisme menekankan pertentangan kelas dan perubahan struktur ekonomi, sehingga mendapat dukungan di sebagian lingkungan buruh dan organisasi massa. Hubungan kaum komunis dengan Sarekat Islam menjadi salah satu sumber konflik internal ketika perbedaan ideologi dan disiplin organisasi semakin tajam.
Pemberontakan yang dikaitkan dengan PKI pada 1926 di Jawa dan 1927 di Sumatra Barat gagal. Pemerintah kolonial melakukan penindakan keras, termasuk penangkapan, pembuangan, dan pembatasan aktivitas politik. Kegagalan tersebut menjadi titik penting karena melemahkan jaringan gerakan kiri pada masa itu dan memperlihatkan besarnya risiko menghadapi kekuasaan kolonial melalui pemberontakan yang tidak memiliki dukungan dan koordinasi yang cukup luas.
📖 PNI: Nasionalisme, Kemandirian, dan Mobilisasi Massa
Partai Nasional Indonesia didirikan pada 4 Juli 1927 di Bandung dan berkaitan erat dengan Soekarno serta kelompok studi yang sebelumnya berkembang di kota-kota. PNI mendorong nasionalisme Indonesia, kemandirian atau self-help, persatuan, dan tujuan Indonesia merdeka. Melalui pidato, rapat, tulisan, serta pendidikan politik, PNI berusaha membuat rakyat memahami bahwa penjajahan merupakan masalah bersama dan kemerdekaan membutuhkan kekuatan bangsa sendiri.
Pemerintah kolonial memandang pertumbuhan PNI sebagai ancaman. Penangkapan Soekarno dan tokoh lainnya pada 1929 diikuti proses pengadilan yang memberi Soekarno kesempatan menyampaikan kritik terhadap kolonialisme, yang dikenal sebagai “Indonesia Menggugat”. PNI kemudian dibubarkan pada 1931 dan para aktivis berdebat tentang strategi berikutnya. Peristiwa ini memperlihatkan bahwa organisasi politik menghadapi tantangan bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari perbedaan pendapat di antara para pejuang.
Perbandingan: Perhimpunan Indonesia menonjol dalam diplomasi gagasan dan jaringan internasional; PKI berangkat dari ideologi komunisme dan perjuangan kelas; PNI mengedepankan nasionalisme Indonesia dan mobilisasi massa. Ketiganya mengkritik kolonialisme, tetapi berbeda dalam landasan pemikiran dan metode.